IDN Times : Portal Informasi Kekinian Untuk Para Millenials dan Gen Z

Monday, February 26, 2018

4 comments

Dulu, kalau mau mengetahui informasi terbaru yang sedang terjadi, saya harus nunggu pengoper koran datang ke rumah lalu melemparkan koran terbaru ke rumah saya melewati pagar rumah. Kalau pagi-pagi di depan rumah terdengar bunyi "BOOOK!" gitu saya sama kakak saya berlarian berlomba mengambil koran untuk diberikan ke Bapak, hihihi.

Selain koran, adapula majalah yang kontennya kebanyakan berupa hiburan, dan setiap majalah yang ada itu segmennya berbeda lho. Ada majalah untuk anak-anak, untuk remaja laki-laki, remaja perempuan, ibu-ibu rumah tangga, pecinta olahraga, pecinta elektronik, dan masiiih banyak lagi. Namun majalah ini terbitnya hanya satu minggu sekali bahkan ada yang 1 bulan sekali, dan terkadang ada juga majalah yang terbit hanya satu tahun sekali, biasanya majalah tersebut adalah edisi spesial, yang tebal halamannya ngalahin tebelnya skripsi.

Mengetahui informasi juga bisa melalui tayangan berita televisi, masih ingat dulu kalau pagi-pagi pasti Ibu menyalakan televisi, menonton berita yang sedang tayang sembari menyiapkan sarapan untuk saya, kakak, dan bapak. Selain berita formal, di televisi juga tersedia acara musik seperti MTv agar kaula muda tetap up to date dengan musik yang ada, ada juga acara infotainment yang menyediakan berita mengenai selebriti tanah air dan juga mancanegara. Untuk anak-anak juga ada stasiun televisi yang sepanjang hari menayangkan kartun.

Radio juga merupakan media informasi yang tak kalah dengan koran dan juga televisi, saya ingat ketika TK, mamang becak langganan saya selalu menggantungkan radio kecil di becaknya, selama perjalanan ke TK saya mendengarkan berbagai macam berita, dan juga lagu melantun lembut dari radio milik mamang becak.


---

Semenjak internet makin berkembang pesat, mengakses informasi pun semakin mudah. Tidak perlu menunggu siaran berita tayang di televisi, tidak perlu menunggu mamang loper koran mengantar koran ke rumah, menunggu majalah langganan terbit ataupun menanti segmentasi berita di radio.

Kini sudah hadir berbagai macam portal informasi, dan portal informasi ini semuanya up to date lho, tidak perlu menunggu 1 hari, karena portal informasi sekarang selalu mengupdate artikel beberapa jam sekali. Dan portal informasi ini bisa diakses melalui PC ataupun smartphone yang ada akses internetnya kapanpun lho! Mudah sekali bukan mengakses informasi di masa sekarang?

IDN Times merupakan salah satu portal informasi yang ada di Indonesia, dan IDN Times adalah portal informasi favorit saya! Alasan paling utama adalah IDN Times tidak pernah menyebar berita hoax dan menggunakan judul yang sangat vulgar untuk menarik minat pembaca. Karena saya sering melihat artikel dengan judul click-bait namun judul dan isi tidak ada hubungannya, sehingga saya sangat mencintai IDN Times yang artikelnya tidak pernah sekedar click-baitIDN Times menyuguhkan pembacanya artikel dan berita yang berkualitas.

Alasan lain saya menyukai IDN Times adalah tampilan dari website IDN Times ini bersih dan ringkas, tombol navigasi pun juga jelas dan mudah digunakan, ada beberapa iklan yang dipasang di IDN Times, namun iklannya pun menurut saya tidak mengganggu kenyaman para pembaca. Keunggulan nomor satu IDN Times buat saya adalah : Websitenya sangat ringan dan mudah diakses!

Apabila kita mengakses website IDN Times melalui browser pada PC, beginilah tampilan websitenya :

Halaman awal IDN Times

Sangat simpel bukan? Saya pertamakali membaca artikel dari IDN Times melalui sebuah link yang dibagikan oleh teman saya di Facebook, lalu tanpa terasa saya malah mengubek-ubek situs IDN Times untuk membaca artikel-artikel lainnya. Karena jenis beritanya sangat banyak dan menarik.

Menu Dropdown pada halaman Home IDN Times

Di IDN Times ini jenis beritanya banyak banget lho, ada News, Hype, Life, Quiz, Community, Bussiness, Health, Tech, Sport, Travel, Men, Food, Fiction, Science, Automotive, Opinion, dan IDN TV. Banyak bukan jenis beritanya? Kalau kalian menyukai berita seputar kendaraan, bisa memilih Automotive, kalau kalian ini mengetahui berita kekinian, bisa memilih Hype, nah jenis berita Hype ini juga ada masih ada akar-akarnya, yakni berita Viral, Humor, Entertainment, Fun Fact dan Throwback. Jangan berpikir di IDN Times isinya hanya berita biasa, semua jenis berita ada lho. Pokoknya kalau rajin ke IDN Times, nggak bakal kudet, semuanya up to date!

Contoh komentar pada IDN Times menggunakan akun Facebook

Ingin berkomentar di IDN Times? Di setiap artikel yang ada, kita bisa berkomentar dengan menggunakan akun Facebook, jadi kalau ingin berkomentar tak perlu repot-repot membuat akun baru untuk sekedar berkomentar, IDN Times mempermudah pembacanya untuk berkomentar, karena di masa sekarang mayoritas orang-orang pasti memiliki akun Facebook.

Kalau misalkan saya ditanya, jenis artikel apa yang paling saya suka di IDN Times, jenis artikel kesukaan saya adalah Health (Kesehatan) dan juga Quiz!


Tampilan awal website apabila kita memilih topik kesehatan

Pola makan, dan pola tidur saya tidak teratur. Benar-benar tidak teratur, karena saya sering tidur jam 3 pagi, dan jam 5 pagi sudah harus bangun karena jam 6 harus berangkat ke kampus, terkadang saya juga tidak tidur sama sekali, dan pernah juga selama 3 hari berturut-turut saya hanya sempat tidur ketika perjalanan ke kampus, yakni ketika di angkot. Mengikuti pola tidur yang tidak teratur tersebut, pola makan saya juga menjadi berantakan. Sehingga saya sering kali membaca artikel kesehatan di IDN Times.

Artikel kesehatan di IDN Times juga memberikan tips diet, tips menjaga kulit dengan baik sampai trik agar bisa bangun pagi. Berguna banget buat kita yang memiliki rencana untuk memulai hidup sehat!

Tampilan awal website apabila kita memilih Quiz
Dan, untuk artikel Quiz, sebenarnya artikel jenis ini sangat menghibur untuk saya. Karena ada Quiz yang bisa membaca karakter dengan cara memilih satu jenis makanan kesukaan, bahkan ada juga Quiz yang 'Kami tahu luka batin apa yang ada pada dirimu', beuh, menghibur sekali, karena terkadang result dari Quiz ini nggak terduga ihihihi. Biasanya kalau saya sedang bosan dan penat, artikel Quiz milik IDN Times adalah hal pertama yang saya buka.

Contohnya ini saya mencoba Quiz di IDN Times dengan judul "Cari Tahu Bagaimana Takdirmu Menurut Ramalan China Kuno!"


Hmm... China Kuno? Menarik, saya sangat tertarik dengan segala ramalan-ramalan dari China. Apabila di Quiz, kita nantinya harus memilih beberapa pilihan dari pertanyaan yang ada, terkadang ada artikel Quiz yang memberikan pertanyaan lebih dari 1, namun untuk Quiz yang saya coba ini hanya memberikan 1 jenis pertanyaan saja.

Contoh tampilan Quiz di IDN Times

Setelah selesai memilih, BAAAM! Result dari Quiz akan langsung ada.

Result dari Quiz
Saya pernah mencoba artikel-artikel Quiz dari portal informasi lainnya, sayangnya artikel Quiz dari portal informasi lain tidak se-stabil milik IDN Timess, milik portal informasi lain terkadang error sehingga hasil Quiz tidak muncul, sedangkan apabila milik IDN Times tidak pernah error, hasil Quiz selalu muncul! Maka dari itu saya sangat menyukai artikel Quiz milik IDN Times.


---

Apabila kalian menginstall LINE di smartphone kalian, kalian bisa meng-add official account milik IDN Times. Dengan begitu, kalian dapat menikmati berita dari IDN Times di timeline LINE kalian.

Dan kalau misalkan kalian merasa berita dari IDN Times jarang terlihat di timeline LINE karena tertimbun post dari akun yang kalian ikuti di LINE (seperti kasus saya, saya mengikuti banyak akun), kalian bisa mengunjungi profil dari IDN Times dan melihat-lihat berita disana. Mudah bukan?


---

Dan bagi kalian yang kurang nyaman menggunakan browser pada smartphone, atau bahkan tidak menggunakan aplikasi chatting LINE, kalian bisa menginstall aplikasi IDN Times di smartphone kalian! Aplikasi IDN Times ini gratis dan bisa kalian dapatkan di Google Play Store (untuk pengguna Android) dan App Store (untuk pengguna iPhone).


Saya menggunakan aplikasi IDN Times untuk Android, dan ukuran aplikasinya tak begitu besar, hanya sekitar 9 mb saja. Dan aplikasi IDN Times mendapatkan rating 4.2 di Google Play Store, dan rating ini diperoleh dari pengguna aplikasinya, ini menunjukkan bahwa banyak pengguna yang puas dengan aplikasinya.


Saya meletakkan icon dari aplikasi IDN Times di halaman pertama smartphone saya karena saya suka membaca berita ketika berada di angkot yang menuju ke kampus saya, hitung-hitung menambah wawasan.

Bapak saya menginstall aplikasi portal informasi lain yang beliau download dari Google Play Store, namun bapak saya sangat terganggu dengan notifikasi berita yang dalam sehari bisa mencapai 10 notifikasi, bahkan terkadang lebih banyak lagi. Nah, bagi kalian yang benci dengan notifikasi seperti itu, coba deh download aplikasi milik IDN Times ini, selama saya menggunakan aplikasi portal informasi IDN Times, saya hanya mendapakan 1 notifikasi saja dalam satu hari, sehingga saya sama sekali tidak terganggu.


Pada halaman home dari aplikasi IDN Times, terdapat beberapa berita yang sedang populer, selain terdapat berita, di bagian kiri atas dari home ada tombol navigasi yang saya lingkari dengan warna merah. Dan ketika kita menekan tombol navigasi, akan muncul jenis-jenis artikel yang ada di IDN Times, selain itu kita bisa login ke IDN Times juga. 

Kita bisa login dengan cara register menggunakan email, namun kita juga bisa login menggunakan akun Facebook kita. Mudah sekali bukan? 

Lalu, benefit apa yang bisa didapatkan kalau kita login? Apakah hanya bisa menggunakan fitur komentar?

Kita Bisa Bookmark Artikel Berita yang Kita Sukai


Untuk saya pribadi ini adalah fitur favorit! Terkadang ada beberapa tips di artikel IDN Times yang ingin saya tiru, namun saya malas mencatatnya, sehingga saya menggunakan fitur bookmark yang tersedia. Caranya sangat mudah!

Pastikan kita sudah login ke IDN Times, lalu pilih artikel yang ingin di bookmark, setelah artikel ketemu, tekan tombol bookmark yang ada di bagian kanan atas artikel, setelah itu kita bisa melihat artikel yang sudah di bookmark di bagian bookmark.

Kita Bisa Dapat Uang dari Menulis


Nah, di IDN Times ini ada komunitas yang namanya IDN Times Community, di komunitas ini, para anggotanya menulis artikel untuk dipublish di IDN Times. Jadi apabila kita ingin menulis, kita cukup menulis artikel melalui dashboard. Nantinya artikel yang kita submit tidak langsung terpublish, artikel akan diperiksa dahulu oleh pihak IDN Times.

Dan menurut sumber yang saya baca, apabila artikel kita sudah di publish, setiap 100 views pada artikel yang kita buat, kita akan mendapatkan 1 poin. Dan poin yang kita dapatkan dapat ditukar dengan uang tunai atau dengan barang yang disediakan oleh IDN Times. Minimal poin yang dapat ditukarkan adalah 2000 poin.

Apabila kalian tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai poin di IDN Times Community, silahkan klik link berikut.

---

Kalau misalkan ada yang tanya, apakah ada yang tidak saya sukai dari IDN Times?

Jawabannya adalah, Iya ada!


Apabila saya sedang membaca artikel di IDN Times, biasanya saya membacanya dengan sangat khusyu', seakan-akan dunia hanya milik saya, saya bahkan lupa sama skripsi saya yang sudah harus diperiksa dosen pembimbing lagi. Nah ketika sedang asyik membaca, saya sangat terganggu dengan :


Yap, saya sangat tidak nyaman dengan opsi 'Editor's Picks' yang muncul di tengah-tengah artikel yang sedang saya baca. Karena kemunculan 'Editor's Picks' ini selalu membuat saya kaget karena saya mengira artikel yang saya baca sudah habis padahal perasaan saya berkata artikel belum selesai. Saya merasa tidak nyaman karena di situs-situs portal berita lain yang saya kunjungi (portal informasi milik Indonesia maupun luar negeri) peletakkan 'Editor's Picks' atau artikel terkait selalu berada di akhir artikel.

Namun untuk hal lainnya, IDN Times sudah bagus. Saya hanya merasa tidak nyaman dengan peletakkan 'Editor's Picks' yang ada ditengah-tengah artikel.

---

Nah itu dia cerita saya mengenai IDN Times, portal informasi favorit saya. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga menyukai IDN Times? Comment down below, I'd love to know!


IDN Times

Instagram : @idntimes
YouTube : IDN Times



With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati
Read More

Review : Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++

Monday, February 19, 2018

10 comments

Halo! Kali ini saya ingin berbagi review tentang sunscreen favorit saya, seperti yang seringkali disampaikan oleh para beauty guru dan beauty blogger, sunscreen itu sangat penting untuk kulit kita. Karena Ia bersifat melindungi kulit kita dari bahaya sinar matahari (UV).


DESCRIPTION 
Skin Aqua UV Moisture Gel
Price: Rp 45.000 - Rp. 55.000 
Size: 40 gr
Where to buy :
Hypermart, Giant, Guardian, Carrefour, etc.


Tahukah kalian kalau ada dua jenis sinar UV yang berbahaya buat kulit? Dua jenis sinar UV ini adalah sinar UVA dan UVB.

Nah diantara kedua jenis tersebut UVA adalah yang paling berbahaya karena Ia adalah gelombang ultraviolet panjang yang menembus kulit kita hingga lapisan epidermis, dan uniknya UVA ini tidak terasa panas lho di kulit kita, sinar UVA juga dapat menembus kaca dan awan, dan sebagian kasus kanker kulit disebabkan oleh sinar UVA lho. Sinar UVA juga merupakan salah satu penyebab cepatnya penuaan dini pada kulit kita.

Sedangkan sinar UVB adalah gelombang ultraviolet pendek, UVB tidak menembus permukaan kulit kita, namun UVB adalah penyebab utama apabila kulit kita terkena sunburn dan juga menghitam, sinar UVB tidak menembus awan dan juga kaca, dan sinar UVB akan terasa panas apabila terkena kulit.

Untuk melindungi kulit dari kedua sinar UV tersebut, kita harus memilih sunscreen yang mengandung SPF serta dilengkapi perlindungan PA+.



Pertanyaan yang seringkali ada di setiap pembahasan sunscreen adalah :
Kalau saya pakai BB Cream / Foundation / Pelembab yang sudah ada SPF nya bagaimana? Apakah harus tetap pakai sunscreen?

Jawabannya adalah : Iya! Harus tetap pakai.

Katanya, SPF yang terkandung di dalam Foundation, BB Cream maupun pelembab itu kurang efektif buat melindungi kulit kita dari sinar UVA dan UVB. Singkat cerita, kita percuma banget setiap hari maskeran pakai sheet mask Korea, pakai clay mask, toner 7 lapis, pakai skincare harga satu jutaan kalau kita nggak menjaga kulit kita dari sinar UVA dan UVB. Sangat percuma, dirawat tapi tidak dilindungi. Sedih kan?


Nah setelah mengetahui fakta-fakta diatas, saya sendiri tercengang karena saya adalah salah satu dari sekian banyak makhluk di dunia ini yang percaya kalau pelembab ber SPF sudah cukup melindungi kulit. Dan banyak banget orang-orang yang bilang kalau pakai sunscreen itu nanti ada whitecastnya, lengket, dan bikin jerawatan, saya sebagai makhluk berkulit kombinasi jadi anti sunscreen gara-gara perkataan orang-orang. Benar-benar kebodohan yang hakiki.☺

Tapi!

Kini saya sudah menyadari kebodohan saya, dan akhirnya berinisiatif mulai menggunakan sunscreen. Sekitar bulan Mei akhir tahun lalu, akhirnya saya menemukan sunscreen yang cocok dengan kulit wajah saya yang cenderung kombinasi (berminyak di T-Zone, normal di daerah pipi dan dagu, kulit saya juga acne prone). Sunscreen tersebut adalah Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++.

Sunscreen dari Skin Aqua ini banyak banget yang bilang kalau bagus, saya membeli yang jenis Moisture Gel karena jenis yang satu ini cocok untuk kulit normal - berminyak. SPF 30 PA++ yang dikandungnya pun menurut saya sudah cukup banget untuk dipakai sehari-hari dan ampuh melindungi kulit dari UVB (yang dilindungi oleh SPF 30) dan UVA (yang dilindungi oleh PA++).

Packaging


Dari segi packaging, packagingnya ringkas banget, dan simple. Bentuknya juga mungil jadi bisa masuk ke pouch kosmetik dengan mudah. Tutupnya berbentuk ulir, saya sebenarnya paling suka sama skincare yang tutupnya ulir, karena kalau dibawa travelling saya nggak perlu khawatir bakalan tumpah.


Pada packaging pun dijelaskan dengan singkat manfaat yang terkandung dalam Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++, kalau ingin penjelasan lebih lengkap, ada pada box, namun sayangnya box nya terlanjur dibuang jadi nggak bisa saya foto ehehehe.

Jadi sesuai dengan informasi yang ada pada bagian belakang packaging, Skin Aqua UV Moisture Gel ini selain melindungi kulit dari sinar UV, juga mengandung Improved Hyaluronic Acid dan Collagen yang melembabkan, melembutkan dan mempertahankan elastisitas kulit. Selain itu juga mengandung vitamin B5, E dan C yang menutrisi kulit. Wah, melindungi, melembabkan, dan menutrisi kulit, kurang apa nih sis ini sunscreen sis.


Dan bagian terpenting, keterangan batch, expired, dan nomor POM, ada di bagian bawah kemasan. Kalau tidak salah, pada box juga ada, namun saya lupa terletak dimana karena ya... Ehehehe terlanjur dibuang. Pastikan ketika membeli apapun melihat keterangan expirednya kapan ya!

How's the Product?


Sebenarnya waktu saya pertama kali mengetahui produk ini, saya mengira akan berbentuk gel bening, namun ketika saya melihat review yang ada ternyata malah berwarna putih pekat. Namun ternyata walaupun terlihat putih pekat dan berat, sunscreen ini ringan, seperti klaimnya yang seringan air. Oh iya sebelum menggunakan sunscreen ini, jangan lupa untuk mengocoknya terlebih dahulu.

Dikulit saya, sunscreen ini cukup cepat menyerapnya dan sangat ringan di wajah, namun ketika sudah menyerap wajah saya tidak matte gitu, wajah saya terlihat ada glowing. Bagi kalian yang tidak suka dengan efek glowing pada wajah, bisa kok di set dengan bedak tabur setelah menggunakan sunscreen ini. Kalau saya sih suka dengan efek glowing, karena kan keliatan kayak kulitnya mbak Hyuna.


Saya sudah memakai sunscreen ini sekitar 7 bulan, dan tidak ada efek yang aneh-aneh pada wajah saya, malah saya merasa wajahnya kenyal dan lembabnya merata, biasanya di bagian dagu, pipi kering sekali, tapi sekarang lembabnya merata!

Dengan SPF 30, sunscreen ini bisa melindungi saya dari sunburn, serta kandungan PA++ nya dapat melindungi saya dari bahaya sinar UVA. Sunscreen ini benar-benar ampuh melindungi kulit wajah saya lho, karena saya pernah jalan-jalan dengan teman saya, waktu itu matahari sedang terik-teriknya, dan keesokan harinya teman saya mengeluh kulitnya jadi agak kusam dan terasa terbakar, padahal kulit saya keesokan harinya tidak apa-apa, benar-benar baik-baik saja.

Nah mumpung ingat, yuk kita membahas salah satu mitos sunscreen, yakni katanya sunscreen itu bikin jerawatan, banyak yang bilang mitos tersebut bahwa kurang benar. Kalau menurut saya mungkin jerawat yang timbul itu dikarenakan dua hal : kulit kita memang tidak cocok dengan sunscreen tersebut atau kita kurang bersih ketika membersihkan wajah.

Jadi, kalau kita menggunakan sunscreen, kita harus benar-benar memastikan ketika membersihkan wajah, kulit wajah kita benar-benar bersih. Karena kalau ketika membersihkan wajah tidak benar-benar bersih, nanti pori-pori kita bisa tersumbat dan... Voila! Jerawat lahir deh. Soalnya saya pernah ketiduran dan tidak membersihkan wajah saya, waktu itu wajah saya pakai pelembab, sunscreen, dan bedak tabur. Keesokan harinya wuoooh jerawat baru tumbuh banyak banget. Maka dari itu saya merasa kalau pakai sunscreen dan jerawatan, ada dua kemungkinan, karena tidak cocok, atau nggak ya karena wajah tidak dibersikan sampai tuntas.


Sejauh ini, sunscreen ini adalah favorit saya (karena saya sekali coba dan cocok ehehehehe). Harganya juga affordable, saya beli di Hypermart dengan harga 48.000, isinya cukup banyak yakni 40gr. Selain itu sunscreen ini juga melembabkan wajah saya, sunscreen ini juga nggak mengandung pewarna dan juga alkohol. Daaaan, sunscreen ini tidak meninggalkan whitecast pada wajah saya!

Repurchase? Iya, selama belum ada sunscreen yang menarik hati saya, saya akan terus menggunakan sunscreen ini ^^

Apa sunscreen favorit kalian? Please comment down below, I'd love to know!


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati
Read More

Merealisasikan Resolusi 2018 Bersama Jagoan Hosting #WaktunyaMoveOnSob

Thursday, February 15, 2018

24 comments

Tahun 2017 telah berlalu, lalu kini kita memasuki tahun 2018! Setiap tahun baru, tak lengkap rasanya dengan tidak memiliki resolusi untuk tahun baru. Nah di tahun 2018 ini saya memiliki beberapa resolusi yang saya harap dapat realisasikan, entah cuma satu atau dua, saya ingin merealisasikannya, agar di 2018 sama 2017 punya perbedaan. Kalau di 2017 tidak ada resolusi yang sukses direalisasikan, setidaknya di 2018 ada satuuuu aja yang bisa direalisasikan.

Karena kalau di 2018 tidak ada resolusi yang bisa terealisasikan, kapan mau Move On, Sob? Masa mau sama aja kayak tahun-tahun kemaren? ini sudah #WaktunyaMoveOnSob!

---

Sebelum memasuki 2018, salah seorang beauty vlogger yang saya ikuti, membuat serangkaian Instastory yang berisi resolusi 2018, lalu saya membalas Instastorynya ini melalui DM Instagram, menceritakan bahwa resolusi saya setiap tahunnya tidak pernah terealisasikan. Lalu diluar dugaan, DM Instagram saya dibalas!

Dan beauty vlogger ini bilang bahwa lebih baik ketika membuat resolusi, kita sebaiknya membuat resolusi yang 'realistis'. Realistis disini yang dimaksud adalah resolusi yang benar-benar bisa saya buat jadi kenyataan. Sehingga ketika kita menulis resolusi tersebut kita bisa berpikir "Bisa kok, bisa direalisasikan!"

Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti seluruh resolusi 2018 saya dengan memperbaiki perilaku-sifat-kebiasaan jelek saya sendiri. Saya sudah lelah dengan perilaku-sifat-kebiasaan jelek saya sendiri, saya bosan dengan mereka, sekali lagi, ini sudah #WaktunyaMoveOnSob.

Salah satu resolusi terbesar saya di 2018 adalah menyelesaikan skripsi (amiin). Namun ada lagi resolusi lain yang cukup besar menurut saya, resolusi ini adalah aktif nge-blog lagi! Saya nge-blog sejak saya SMP, yakni sejak tahun 2010an, namun dulu blog saya hanya berisi curhatan-curhatan nggak jelas ala anak abege, sekitar tahun 2014 saya merombak ulang blog saya, menghapus seluruh post yang tidak bermutu (a.k.a curhatan anak abege) dan menyisakan satu blog post saja. Terus... Setelah sibuk dengan kehidupan perkuliahan yang ternyata nggak seindah di drama Korea, saya benar-benar mengabaikan blog saya. Bisa dilihat dari riwayat blog archives saya, angka post yang saya terbitkan dari tahun ke tahun sangat... Menyedihkan.

Sedih ku sedih~

Lho? Kan lagi skripsi, kenapa disaat seperti ini malah mau fokus ngeblog lagi?

Disini saya berpikir, menulis skripsi dan menulis di blog adalah dua hal yang bertolak belakang, skripsi harus sesuai dengan tata penulisan yang sudah ditetapkan oleh Pedoman Penulisan dan juga sesuai dengan KBBI. Sedangkan di blog, saya punya kebebasan, saya bisa menulis dengan bahasa santai saya sehari-hari tanpa takut direvisi dosen. Sehingga fokus skripsi dan fokus ngeblog bisa dilakukan bersamaan, untuk menghindari saya mengalami jenuh. Menulis skripsi itu sangat menjenuhkan cintaku, sangat jenuh. Menulis blog bisa menjadi kegiatan yang membuat saya segar dan santai lagi.

Segaaaar~

---

Bagaimana cara saya agar fokus untuk merealisasikan salah satu resolusi terbesar 2018 saya, yakni kembali aktif ngeblog?

Tips Aktif Ngeblog ala Gita

1. Bergabung di Komunitas Blogger

Saran yang satu ini mungkin bisa dibilang simpel sekali, tapi di saya sangat efektif, saya mengikuti beberapa komunitas blogger, dan ada satu komunitas yang mewajibkan para anggotanya untuk setidaknya men-submit satu blog post setiap minggunya (1minggu1cerita). Apabila sudah bolos 6x akan di keluarkan dari komunitas, dan diperbolehkan untuk daftar kembali ke komunitas apabila sudah siap konsisten menulis lagi. Bolos memang boleh, namun rasanya sayang untuk bolos, karena kalau misalkan bisa konsisten menulis mengapa tidak?

Saya juga menyadari kalau ingin blog kita berkembang, kita harus rajin mengisinya, karena saya membayangkan saya sebagai audience dari suatu blog, saya akan malas datang ke blog tersebut jika sudah tidak aktif lagi, maka dari itu saya harus rajin mengisi blog.

Saya seorang introvert, dan membayangkan bergabung di suatu komunitas dan harus berinteraksi dengan orang-orang baru sangat menakutkan untuk saya, namun ternyata sangat menyenangkan. Tulisan-tulisan blog yang ditulis setiap orang di komunitas sangat bermacam-macam dan informatif, sehingga saya bisa banyak belajar dari blogger yang lebih berpengalaman.

2. Jangan Takut Menulis

Salah satu alasan mengapa saya tidak pernah men-share blog post saya di media sosial adalah saya takut orang-orang membaca tulisan saya, takut mereka menganggap tulisan saya aneh, dan saya juga takut tulisan saya jelek. Maka dari itu, di 2018 ini saya harus bisa menghilangkan perasaan takut menulis agar saya bisa aktif ngeblog lagi,  #WaktunyaMoveOnSob

Saya juga memiliki kenalan yang sebenarnya ingin sekali memulai suatu blog, namun Ia mengurungkan niatnya dikarenakan Ia merasa bahwa Ia tidak pandai menulis. Hal ini sangat disayangkan, karena saya juga sebenarnya tidak terlalu mahir menulis, namun saya ingin memperbaiki kemampuan menulis saya, jadi blog sebenarnya bisa dipakai sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan menulis.

3. Apabila Punya Ide, Langsung Tulis di Notes

Kesulitas terbesar saya ketika ngeblog adalah : Apa lagi yang harus saya tulis?

Saya seringkali stuck mengenai ide, namun saya menemukan solusi agar saya tidak stuck ketika menulis. Setiap saya menemukan ide, kapanpun itu, saya langsung menulisnya di aplikasi notes  yang ada di hand phone saya. Kalau misalkan sempat, saya langsung membuat post baru di blog, namun saya hanya mengisi judul, mengisi bagian isi seadanya, lalu menyimpannya di draft. Untuk saya hal ini sangat efektif, agar saya tidak lupa mau ngepost apa.

Maka dari itu saya terkadang geli sendiri, karena post saya yang sudah dipublish di blog ini tidak sampai 15, namun draft mencapai 20 post 😂😂. Tapi, 20 post yang ada di draft itu nantinya juga bakalan di publish, karena saya selalu mencicil mereka setiap ada kesempatan hihihi.

4. Menganggap Blogging Bukan Sebagai Hobi

Saya banyak membaca artikel mengenai tips-tips blogging, dan banyak yang memberi tips bahwa sebaiknya tidak menganggap blogging hanya sekedar hobi, karena blogging juga bisa menghasilkan uang, lebih baik menganggap kegiatan blogging sebagai pekerjaan sampingan. Dengan pemikiran tersebut, diyakini para blogger berpengalaman, dapat membuat kita lebih konsisten blogging.

Nah, kalau di saya, saya menganggap blog ini adalah cermin dari konsistensi saya. Kalau saya absen menulis, berarti saya dengan terang-terangan menunjukkan di blog saya sendiri kalau saya itu nggak konsisten, saya nggak serius, saya cuma main-main saja.

Tapi ketika saya sudah memutuskan untuk konsisten menulis, ternyata sangat menyenangkan dan saya sangat menikmatinya.

Saya baru benar-benar menekuni blog saya di awal 2018 ini, sebuah pencapaian luar biasa karena dalam waktu tidak sampai 2 bulan, saya sudah mempublish 5 blog post 😭 saya terharu dan heran kok saya tiba-tiba bisa rajin begini... Apalagi ketika ada yang mengkomentari blog post saya... Rasanya...

Kuterheran-heran~ Kuterharuuuu~ Ingin ku menangiiiis~

---

Di waktu yang sangat singkat dalam menekuni blogging, saya jadi sangat bersemangat dalam blogging, apalagi ketika ada seseorang mengkomentari blog post saya, saya semakin bersemangat dan senang menekuni blogging. Walaupun saya belum berpikir sampai bisa menghasilkan sesuatu dari blog, saya ingin fokus mem-publish blog post secara rutin dan juga menghasilkan blog post yang berkualitas dan disukai para pengunjung blog saya.

Hal pertama yang akan dilihat pengunjung blog saya adalah template dari blog saya, apabila tampilannya nyaman dilihat maka pengunjung tidak akan risih dengan blog saya. Dalam pemilihan template blog pun saya mencari template yang bersih, simpel, dan juga mudah diakses, mudah diakses ini dalam arti tidak berat loadingnya, dikarenakan kecepatan internet setiap pengunjung blog berbeda-beda, saya mengusahakan menggunakan template yang loadingnya cepat sehingga pengunjung tidak terlalu lama menunggu loading dari blog ^^

Setelah tampilan blog sudah ketje. Sebenarnya sisanya tinggal diserahkan kepada keseriusan kita mengelola blog. Mulai dari kita harus rutin mempublish post, apabila ada komentar harus dibalas, dan lain-lain.

 Namun makin kesini, saya ingin sekali nantinya menggunakan jasa hosting untuk blog saya. Saya juga ingin memiliki domain sendiri untuk blog saya. Saya ingin menseriusi kegiatan ngeblog saya, ibarat cinta, saya ingin memberikan segalanya yang terbaik. /eaa. Jadi yang move on bukan cuma saya, saya juga ingin blog saya move on domainnya hihihi

Lanjutkaaaaan!

Bicara soal jasa hosting, apakah saya sudah menemukan jasa hosting yang nantinya akan saya gunakan jasanya?

Saya iseng googling untuk mencari calon jasa hosting yang ingin saya gunakan nantinya, lalu saya nyasar ke websitenya  Jagoan Hosting . Gimana nggak nyasar ya, waktu saya memasukkan kata kunci "Jasa Hosting Murah", Jagoan Hosting muncul di halaman pertama pencarian lho!

Muncul 2 kali di halaman pertama pencarian! Dan ternyata ada di Malang! Satu kampung sama saya!

Jujur saja, dulu, saya kira jasa hosting lokal itu belum ada, dan kita harus menggunakan jasa hosting luar negeri. Memalukan Gita, memalukaaan! Tapi saya seneng banget pas akhirnya tahu ternyata penyedia hosting lokal itu sudah banyak banget. Dan  Jagoan Hosting  merupakan salah satu penyedia jasa hosting di Indonesia. Dan saya tertarik banget dengan  Jagoan Hosting .

Lalu mengapa saya tertarik pada  Jagoan Hosting  ?


Astronotnya lucuuu

Sebagai seseorang yang sangat tertarik pada dunia desain, hal pertama yang saya lihat dari website  Jagoan Hosting  adalah desain website nya, dan desain website nya menurut saya bagus dan fun sekali!

Sepertinya tema websitenya itu luar angkasa, dan bisa dilihat juga ada karakter astronot yang lucuuu maksimal! Mungkin tema luar angkasa diangkat oleh  Jagoan Hosting  untuk menggambarkan bahwa luar angkasa itu luas dan tak terbatas, sama dengan layanan  Cloud Hosting  mereka yang Unlimited, tak terbatas.

Kolom chat ada di pojok kanan bawah

Selain itu semua informasi mengenai jasa mereka apa saja ada di website mereka, dan apabila ada yang kurang jelas kita nggak perlu ragu menghubungi customer service  Jagoan Hosting . Bahkan di kolom chat, kalian dapat memilih apa yang ingin kalian tanyakan, ada pilihan Troubleshooting dan juga Informasi Produk. Wah sangat profesional ya, mungkin kita diberi pilihan Troubleshooting atau Informasi Produk agar kita diarahkan ke customer service yang keahliannya sesuai dengan pertanyaan kita.

Kalau misalkan kurang nyaman untuk bertanya pada customer service di website  Jagoan Hosting , bisa kok menghubungi customer service melalui media sosial milik  Jagoan Hosting  seperti Facebook, atau Twitter! Saya pernah mengunjungi Page Facebook milik  Jagoan Hosting , dan semua comment dari pelanggan dibalas dengan cepat oleh  Jagoan Hosting , jadi jangan ragu menghubungi mereka di Facebook maupun Twitter.

 Jagoan Hosting  juga merupakan tempat yang tepat apabila kalian (dan saya juga) ingin menggunakan jasa hosting dengan harga yang bersahabat. Karena  Jagoan Hosting  menyediakan  Cloud Hosting  Hosting Murah  dan juga  Domain Murah .

---

 Hosting Murah  dari  Jagoan Hosting  ini dipatok dengan harga yang sangat murah lho, bahkan ketika saya menulis post ini, sedang ada diskon besar lho!

Paket Fame yang awalnya Rp. 15.000/bulan menjadi Rp. 5.000/bulan,
Paket HITS yang awalnya Rp. 25.000/bulan menjadi Rp. 15.000/bulan,
dan Paket SUPERSTAR yang awalnya Rp. 35.000/bulan menjadi Rp. 25.000/bulan. Dan apabila kita langsung berlangganan Paket SUPERSTAR selama satu tahun, kita akan mendapatkan FREE DOMAIN .COM! Wuih, benar-benar penawaran yang menarik sekali.

Nah, kalau dihitung-hitung, apabila kita menggunakan paket hosting termahal milik  Jagoan Hosting  yakni Paket SUPERSTAR, kita hanya perlu menyisihkan kurang dari Rp. 2.000 setiap harinya untuk menikmati fasilitas paket tersebut. Wah, benar-benar murah bukan? Cocok nih buat saya yang masih mahasiswa.

Daftar Harga Paket Hosting Murah di  Jagoan Hosting 
(Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa sepengetahuan penulis, silahkan cek website Jagoan Hosting untuk selengkapnya!)

Banyak yang bilang ada harga ada rupa, walaupun mematok harga dengan harga terjangkau, fasilitas hosting dari  Jagoan Hosting  ini tetap berkualitas lho, setiap paket memiliki fasilitas seperti Free Web Builder atau SEO Assistant , untuk storage nya sendiri,  Jagoan Hosting  menggunakan SSD dan juga NVMe.

Cerita sedikit ya... Beberapa bulan yang lalu, laptop saya melambat, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti HDD di laptop saya dengan SSD, dan kalian tahu apa yang terjadi?


Magic Happen.

Adobe Photoshop CC bisa dibuka di laptop saya cuma dengan loading 5 detik pemirsaaah! 5 detik! Biasanya 1 menitan lebih baru bisa kebuka itupun lemuts sekalii T_T

Berdasarkan cerita diatas, apakah kalian bisa membayangkan betapa cepatnya proses loading yang dilakukan oleh SDD Storage? Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari blognya  Jagoan Hosting , singkatnya begini, SSD ini 5x lebih cepat dari HDD, sedangkan NVMe lebih cepat 5x dari SDD, jadi NVMe ini 25x lebih cepat dari HDD biasa. Hmm, kebayang dong betapa cepatnya layanan storage dari  Jagoan Hosting ?

---

Selain  Hosting Murah , dan  Cloud Hosting  Murah dengan storage yang cepat,  Jagoan Hosting  juga menyediakan  Domain Murah  Jagoan Hosting  juga mencantumkan biaya register, renewal dan transfer domain secara jelas.


Dan  Jagoan Hosting  mengklaim bahwa mereka memberikan full control untuk domain yang dibeli pelanggannya. Tidak ada syarat tersembunyi, tidak ada peraturan lock domain, atau semua keruwetan lain yang ada.

Gimana? Masa masih ragu untuk move on bersama  Jagoan Hosting ?
---


Itulah cerita tentang resolusi 2018 saya yang sudah mulai terealisasikan, dan saya berharap semua orang dapat merealisasikan resolusi 2018nya bersama  Jagoan Hosting ! Ingat teman-teman, ini sudah #WaktunyaMoveOnSob!


JAGOAN HOSTING

Instagram : @jaghostid



With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati


*Semua gambar gif diambil dari giphy.com
*Semua screenshot website Jagoan Hosting merupakan dokumen pribadi
Read More

Night Thoughts #4 : Salah Dia, atau Salah Dia?

Thursday, February 8, 2018

4 comments

Catatan : Saya belum menikah, dan belum punya anak. Saya murni ingin menulis ini karena rasa gregetan yang menghantui pikiran saya sejak lama. Topik kali ini adalah : Keanehan Anak Masa Kini.

Jadi, kejadian ini sebenarnya sudah agak lama, keluarga saya memiliki usaha warnet dan warnet tersebut kami jaga sendiri secara bergantian. Di warnet keluarga saya ini orang-orang yang datang itu macam-macam banget, dari yang normal, sopan, sampai yang aneeeh banget ada lho.

Suatu hari datang bapak-bapak ke warnet, nah bapak-bapak itu mengobrol dengan bapak saya sembari menunggu anaknya. Nah diantara sekian banyak topik yang dibicarakan, ada satu topik yang bikin saya agak miris gitu. Yuk kita mulai :

"Kemarin itu anak saya sempat mogok sekolah Pak, marah-marah ke saya, soalnya nggak saya belikan sepeda motor. Katanya kalau nggak dibelikan sepeda motor dia nggak mau sekolah"

Dalam hati saya membatin, terus pak? Terus? Gimana pak?

"Akhirnya saya kreditkan sepeda motor pak, yang penting anak saya mau sekolah"

Kenapa kau lakukan itu Pak~?

Dari hal tersebut, saya benar-benar yakin sekarang dunia serba terbalik, kalau dulu, seorang anak biasanya patuh dan takut pada orangtuanya, sekarang? Banyak orangtua yang nggak berdaya menghadapi anaknya, contohnya bapak tersebut.


Kenapa Mereka Seperti Ini? 

Oke kita beranjak dulu dari cerita tadi, masih dengan topik yang sama : Keanehan Anak Masa Kini. Pasti kita semua pernah mengetahui berita kekerasan yang dilakukan anak dibawah umur bukan? Seperti yang paling baru yakni guru tewas karena dianiaya muridnya, atau kasus lainnya seperti seorang anak di aniaya teman-temannya karena Ia melakukan gol bunuh diri, sampai maraknya cinta-cintaan yang dilakukan anak dibawah umur.

Namun kasus yang saya cantumkan diatas itu hanya sebagian kecil kasus anak masa kini yang terjadi di Indonesia. Kebanyakan dari orang-orang seringkali berkomentar seperti : "Ah kebanyakan makan micin", "Gini nih jadinya kalau tayangan televisi kontennya nggak bermutu", dan lain-lain.

Tapi mungkin kita melupakan satu hal yang terpenting. Semua manusia ketika lahir ibarat adalah kertas putih yang bersih dan suci, dia seperti apa kelak adalah hasil dari siapa yang menggoreskan sesuatu di kertas putih tersebut. Lebih mudahnya : sikap seorang anak adalah hasil dari didikan lingkungan terdekatnya, yakni keluarganya, atau lebih spesifiknya adalah kedua orangtua mereka.

Saya pernah iseng bertanya ke kedua orang tua saya, gimana kalau seandainya saya bukan seperti Gita yang sekarang, tapi Gita yang mungkin merokok, ikut anak-anak punk, misuhan, nggak mau sekolah kalau nggak dibelikan sesuatu, dan sifat-sifat lain yang nggak ada di diri saya yang sekarang.

Mereka cuma senyum sambil bilang :

"Bapak sama Ibu nggak bisa membayangkannya"

Haaaa?

Saya jelas bingung dong mereka menjawab seperti itu, padahal saya sudah membayangkan mungkin mereka akan menjawab "Ya kamu ta' tendang dari rumah", "Kamu ta' pecat dadi anak", atau "Yo kamu wes ta' pondokno ae, timbangane ribet".

Bapak saya menjelaskan bahwa setiap orang tua itu ibarat desainer, ya, mereka mendesain anak mereka. Seperti apa jadinya nanti itulah adalah hasil desain masing-masing orangtua. Bapak saya bilang bahwa sejak saya lahir, bapak saya sudah mendesain saya, mendesain agar saya anaknya begini, begitu, sehingga bapak saya nggak bisa membayangkan saya menjadi seseorang yang diluar desainnya.

Saya sebagai seorang mahasiswa di bidang desain, bisa mengerti maksud bapak dengan sangat jelas. Ketika saya mendesain sesuatu, saya membuat sketch (dan sketch ini dibuat lebih dari 2 sketch untuk alternatif), konsep dan segala tetek bengeknya dulu dengan matang, saya bahkan merencanakan software apa yang akan dipakai, apakah coloringnya menggunakan Adobe Photoshop atau dengan Manga Studio, melayoutnya dengan Adobe Illustrator, Adobe InDesign, atau Corel Draw. Dan estimasi pembuatannya berapa jam atau hari pun saya pikirkan secara matang.

Dan benar saja, ketika desain saya sudah jadi, saya tidak bisa membayangkan seperti apa desain saya kalau tidak di desain seperti desain yang sudah jadi tersebut. Mungkin paling mentok yang cuma membayangkan bagaimana kalo saya mem-finalkan sketch dan konsep saya yang lainnya.

Nah, sebelum kita men-judge perilaku anak-anak masa kini. Kita para netizen perlu melihat dari perspektif yang berbeda (cieelaaah). Karena sejatinya anak-anak awalnya adalah kertas putih, lalu pasti ada yang menghiasi mereka dengan coretan-coretan. Dan coretan-coretan awal yang ada dalam diri mereka di gambar oleh orang terdekat mereka.

Bapak-bapak yang datang ke warnet tersebut sebetulnya memberikan sebuah coretan yang tak baik untuk anaknya, karena dengan bapak tersebut akhirnya menyerah dengan membelikan sepeda motor anaknya agar anaknya tetap mau sekolah, sang anak akan berpikir bahwa kalau dia ingin apapun, tinggal mengancam orangtuanya saja, karena semuanya pasti bakal dipenuhi. Percayalah, sang anak akan terus meneror orangtuanya dengan ancaman-ancaman lainnya. Kecuali seseorang berhasil menghentikan anak itu. Atau nggak, anak itu sudah tobat dan akhirnya mau menerima keadaan orangtuanya (amin).

Dan menurut bapak saya, anak tersebut bisa saja bersikap seperti itu karena 2 hal : Satu. Ia meniru seseorang / meniru adegan film atau sinetron. Dua. Kedua orangtuanya selalu mengabulkan permintaannya kalau Ia mengancam. Mungkin saja seperti itu. Tapi kita tak ada yang tahu, namun bapak saya beranggapan, ancaman seperti itu lebih baik tidak dihiraukan, karena kalau terus dikabulkan, sampai kapanpun, sang anak akan seperti itu.

Kalau anda, yang sudah punya anak, cara anda mengatasi anak anda yang permintaannya aneh-aneh dan mengancam kalau tidak dikabulkan bagaimana? Share di kolom komentar ya, saya penasaran ^^

Cinta-Cintaan

Kalau perihal anak-anak sudah cinta-cintaan di usia dini, kan banyak netizen Indonesia yang bilang bahwa hal tersebut efek melihat sinetron yang memperlihatkan cinta-cintaan. Kita perlu tahu, bahwa di sinetron tersebut ada label BO, alias Bimbingan Orangtua.

Jadi, semua tayangan di televisi itu sebenarnya ada ratingnya kok. Mulai dari A (Anak-anak), SU (Semua Umur), R-BO (Remaja - Bimbingan Orang Tua), dan D (Dewasa), dan rating ini selalu ada di setiap tayangan tipi, biasanya ada di pojok kanan bawah, atau mungkin di pojok lain, tapi pasti ada kok.

Kan sinetron romansa di televisi ini ratingnya R-BO alias Remaja - Bimbingan Orangtua. Pertanyaannya adalah "Apakah para Orangtua membimbing anaknya ketika anak-anak tersebut menonton siaran tersebut SESUAI dengan anjuran rating acara dari stasiun televisi?"

Apakah....?

Saya masih ingat, sangaaaat ingat. Dulu saya pernah nonton salah satu film layar lebar, ceritanya romansa, dan ada adegan ciumannya, waktu itu saya nonton pas umur 13 tahun (baru masuk SMP kalau nggak salah). Tapi Ibu saya setia menonton bersama saya. Pas ada adegan mesra, sampai adegan ciuman, beliau cuma dengan lembut bilang "Itu budaya orang barat ya nak, kan kita orang timur, itu bukan budaya kita, kalau mau ciuman atau yang lainnya harus dengan seseorang yang sudah sah jadi suami". Setiap denger nasehat Ibu yang satu itu saya cuma bisa manggut-manggut aja, dan ya sampai sekarang masih tertanam di lubuk hati terdalam saya, sehingga saya ya... Menganggap pacaran di usia SMP adalah hal yang terlalu cepat.

Karena dari saya kecil saya selalu diberitahu kalau mau mesra-mesraan harus sama yang sah jadi suami, orang-orang harus maklum akan kelakuan saya kalau nonton film atau drama pas ada adegan ciuman, saya pasti bakal teriak "WOI BUKAN MUKHRIM MBAAAK MAAAS".

Ya padahal saya tahu itu akting, tapi ya tetep aja "BUKAN MUKHRIM MAAAS MBAAAK".

Dan hingga saat ini, ketika saya menulis postingan ini, saya berumur 22 tahun, Ibu saya masih setia menemani saya menonton, namun sudah tidak se-intens dulu, mungkin karena saya sudah besar, jadi Ibu saya yakin saya bisa lah mengatur tontonan saya sendiri. Dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk ditiru.

Saya juga ingat... Bahkan saya beli novel pun, kalau novelnya sudah selesai saya baca, pasti selanjutnya akan Ibu saya baca. Dan apabila novelnya tergolong 'aman', beliau nggak akan komentar apapun, mungkin cuma sekedar komentar "Ibu habis baca novelmu, Ibu sekarang yakin, kamu pasti nanti kalau punya anak mau dikasih nama Daya sama Langit kan? Ngaku!" atau nggak "Cucunya Ibu kayaknya ntar namanya Hermione nih..."

Tapi dulu ada pengalaman saya, waktu itu saya masih kelas 5 SD, saya membeli sebuah komik, komik tersebut sangat cantik covernya, bergambar seorang wanita dengan gaun pernikahan yang bagus, dan juga Ia memakan sepotong cake dengan stroberi. Waktu itu, saya mengambil komik tersebut karena covernya yang cantik.

Sampai di rumah, saya baca komiknya, cerita yang bisa saya tangkap waktu itu hanya satu : Komiknya tentang perancang busana pernikahan. Titik.

Lalu ternyata tanpa saya ketahui Ibu saya ikutan baca komik itu karena beliau bilang dulu itu saya kalau beli komik pasti Doraemon, Kobochan, atau nggak majalah Disney Princess. Makanya Ibu saya sebenarnya udah curiga sama komik yang saya beli itu karena itu pilihan saya yang nggak biasa. Dan apakah hasilnya?

Komik tersebut bergenre dewasa. Dan ternyata dibagian belakang komik, tepat diatas barcode ada tulisan 'KOMIK DEWASA'. Karena cerita komiknya (saya baca ulang ketika saya SMK), adalah seorang desainer baju pengantin yang jatuh cinta pada patisserie yang merupakan tunangan sahabatnya yang sudah meninggal dunia, namun Ia selalu merasa bersalah pada sahabatnya karena ketika sahabatnya masih hidup dan sudah bertunangan dengan patisserie tersebut, sang perancang baju ini jatuh cinta pada tunangan sahabatnya tersebut, mereka bahkan selingkuh dan sahabatnya ini mengetahuinya kalau mereka berselingkuh, sehingga si desainer ini menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang terjadi pada sahabatnya.

Oke itu garis besar ceritanya, bagi kita yang sudah dewasa, mungkin cerita tersebut terlihat menarik. Namun untuk anak-anak? Itu bukan cerita yang patut di berikan untuk anak-anak. Bahkan remaja sekalipun. Tapi untungnya, karena terlalu lugu, saya dulu hanya fokus pada sekitar 20 halaman pertama komik, yang menunjukkan desain-desain baju pengantin yang cantik serta kue-kue pernikahan yang nggak kalah cantik bentuknya. Saya benar-benar nggak memperhatikan halaman-halaman berikutnya yang sudah mengarah ke konflik cinta.

Setelah di baca Ibu saya, Ibu saya cuma dengan gampang bilang "Nduk, ini komik dewasa lho, salah beli kayaknya ya... Komiknya Ibu simpan dulu, Gita boleh baca lagi kalau sudah SMA ya". Dan yaps, ketika akhirnya saya masuk SMA, dengan ajaib komik itu balik lagi ke rak komik. Mind blown!


---

Jadi intinya adalah, bimbingan orangtua itu perlu. Nonton apapun, membaca apapun, seorang anak harus di awasi. Kalau anda sebagai orangtua memutuskan untuk membelikan anak anda sebuah gadget untuk dipakai oleh anak anda dengan alasan apapun, perhatikan apa yang dia lihat, situs apa saja yang dibuka olehnya, apa saja video yang dilihat. Kalau anda membuatkan akun facebook untuk anak anda yang usianya masih belia, tolong terima konsenkuensinya Ia bisa saja berteman dengan seseorang yang lebih dewasa dan orang tersebut akan memposting sesuatu yang bisa saja ditiru oleh anak anda.

Jangan serta merta menyalahkan sang gadget, menyalahkan facebook, menyalahkan sinetron, menyalahkan semua orang. Sang anak bertingkah seperti apa, harus dilihat dari akarnya, siapa yang mengajarinya? Apakah ada yang mengawasinya selama ini?

Tidak ingin anak anda meniru sinetron? Awasi Ia ketika menonton sinetron, apabila dirasa sinetron kurang baik, tetapi anak anda menyukai sinetron tersebut, coba cari hiburan alternatif. Mungkin dengan cara membaca buku bersama anda, belajar merajut, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Ibu saya selalu melakukan metode tersebut dengan sangat smooth sehingga saya nggak tahu kalau perhatian saya sedang dialihkan. Beliau mengalihkan perhatian saya dengan cara memberi saya bacaan yang menarik, mengajak saya mewarnai, dan lain-lain.

Dan untuk para netizen! (saya juga sih ihihihik). Kalau lihat berita tentang kelakuan-kelakuan aneh anak masa kini, jangan langsung menyalahkan teknologi yang ada saat ini atau langsung melayangkan komentar "Dasar generasi micin!" karena micin nggak boleh disalahkan, micin ditemukan tahun 1908, kalau gitu mah kita semua generasi micin dong :') harusnya jadikan pelajaran untuk kita sendiri, mungkin untuk yang sudah punya anak agar lebih membimbing anaknya, lebih meluangkan waktu untuk anaknya, gitu.

Untuk yang belum punya anak (dan belum menikah) kayak saya, mungkin bisa dijadikan persiapan untuk mendidik anak di jaman yang memang agak aneh dan harus serba hati-hati ini.

Mohon maaf kalau ada pemakaian kata saya yang agak menggelitik dan membuat amarah naik, dan mohon maaf juga kalau postingan ini ternyata puanjang banget! Hihihi. Because this is #NightThoughts baby! Kalau menurut kalian, bagaimana sih fenomena sikap-sikap anak masa kini yang agak aneh? Share your comment below, I'd love to know!


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati
Read More

Review : Tony Moly Delight Tony Tint (02 RED)

Thursday, February 1, 2018

8 comments

Halo semuanya!

Kali ini saya mau me-review sebuah Lip Tint yang katanya nih merupakan 'Lip Tint Sejuta Umat' di dunia per-makeupan Korea. Karena beberapa beauty vlogger Korea di YouTube pun mengatakan Lip Tint ini sangat populer di kalangan pelajar di Korea, karena affordable dan warnanya cantik serta pigmented!

Lip Tint ini adalah Tony Moly Delight Tony Tint. Saya punya yang shade nomor 02 Red. Lip Tint ini merupakan Lip Tint pertama yang pernah saya punya dan saya pakai, jadi di review kali ini saya nggak bisa ngebandingin sama Lip Tint lainnya ya.


DESCRIPTION 
Tony Moly Delight Tony Tint 
02 RED
Price: Rp 45.000 - Rp. 65.000 
Size: 9 ml
Where to buy :
Marketplace or online shop of your choice 
(Tokopedia, Shopee, Bukalapak, etc)


PACKAGING


Dari segi packaging, ini lucu banget, shape tutupnya itu berbentuk hati bok, hatiii! Lucu banget.


Oh iya, waktu pertama kali nerima Lip Tint ini agak kaget juga karena dia nggak disegel plastik, karena sebelumnya kalau saya liat temen-temen saya yang beli Lip Tint, Lip Tint mereka selalu disegel plastik, namun saya mengira waktu saya nerima Tony Moly Delight Tony Tint ini saya nerima yang packaging yang baru, eh ternyata benar punya saya packaging baru - saya menyadari kalau packaging Tony Moly Delight Tony Tint ini sering berubah, mungkin menghindari peredaran Tony Moly Delight Tony Tint yang palsu. Walaupun nggak di segel plastik, tapi ada segel berupa stiker yang tertempel di antara tutup dan badan packaging Lip Tint ini.



Untuk bagian badannya nggak banyak informasi ya, ada sebaris tulisan hangul yang saya nggak ngerti itu apaan hehehehe (saya cuma bisa baca baris pertama, tulisannya itu bunyinya 'Tony Moly Delight Tony Tint' hihihi), tapi ada informasi bahwa masa kadaluarsa Lip Tint ini adalah 12 bulan setelah pertama kali dibuka. Tapi kalau kalian ingin mengetahui produk ini lebih dalam lagi, kalian bisa mengunjungi link berikut.


Kuas untuk meng-apply Lip Tintnya sendiri bentuknya enak dipakai menurut saya, pipih dan gampang banget untuk menjangkau seluruh bagian bibir, tangkainya juga panjang bikin saya nyaman ketika mengaplikasikan Lip Tint ini.

Jadi, review saya setelah memakai Lip Tint ini setelah menggunakannya hampir 1 tahun adalah....



Dari segi warnanya, menurut saya warnanya cantik sekali, dan Lip Tint ini bisa di baurkan dengan mudah (tapi kalau bibir saya sedang bad condition. saya menghindari menggunakan Lip Tint ini, karena bibir akan semakin kering). Dan warnanya sangat intens, karena saya pakai dikiiit aja sudah bisa untuk seluruh bibir saya, jadi menurut saya Lip Tint ini sangat cocok untuk siswa dan mahasiswa seperti saya yang harus pintar-pintar mengatur keuangan hihihi, karena Lip Tint ini isinya lumayan banyak dan juga murah!

Kekurangan? Lip Tint ini kurang tahan lama menurut saya, saya pakai untuk makan dan minum biasanya agak memudar, dan juga Lip Tint ini bikin bibir saya kering padahal sebelum pemakaian saya selalu memakai Lip Balm.

But this Lip Tint is a really good product, and affordable, it have a beautiful color too.

Repurchase? Mungkin, saya ingin mencoba Lip Tint merek lainnya :)

Apakah kalian pernah memakai Lip Tint ini? Share your comment down below, I'd love to know!


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati
Read More
Copyright © GITATOFU. Blog Design by SkyandStars.co