Review : BIOAQUA Smooth Muscle Flawless Air Cushion Blusher (02 Peach Pink)

Monday, March 26, 2018

8 comments

Halo semuanya! Ciao Bella! Jadi kali ini saya akan mereview salah satu produk dari Bioaqua, yakni Bioaqua Smooth Muscle Flawless Air Cushion Blusher. Wuh, namanya panjang ya hihihi, biar singkat kita sebut aja cushion blusher ya! Nah, bagi yang belum tahu, Bioaqua adalah produk skincare dan juga kosmetik dari China, bagaimana ya performa kosmetik asal negeri panda ini?

Range produk Bioaqua ini banyak banget, dan setahu saya mereka ini sering banget mengeluarkan produk yang konsep dan desain packagingnya mirip dengan produk skincare dan kosmetik Korea Selatan yang sedang booming.

DESCRIPTION 
BIOAQUA Smooth Muscle Flawless Air Cushion Blusher
02 Peach Pink
Price: Rp 30.000 - Rp. 65.000 
Size: 12 gr
Where to buy :
@giaracare or marketplace of your choice
(Tokopedia, Bukalapak, Shopee, etc)

Saya sebenarnya awalnya nggak begitu tertarik dengan Bioaqua. Tapi, Blush berbentuk cushion milik Bioaqua  ini menarik minat saya, karena blush berbentuk cushion pastinya sangat mudah digunakan. Dan cushion blush dari Bioaqua ini sangat affordable, saya membelinya di @giaracare hanya dengan harga Rp. 60.000. Namun, apabila kalian memiliki budget lebih, kalian bisa juga mencoba cushion blush milik Aritaum atau Tony Moly yang dibanderol dengan harga Rp. 100.000+.

Tapi dengan budget saya yang sekarang, saya memutuskan untuk mencoba cushion blush dari Bioaqua terlebih dahulu untuk menuntaskan rasa penasaran. Nah daripada banyak cing-cang-cong, saya mulai ya reviewnya!

PACKAGING


Untuk produk cushion blush dengan harga Rp. 60.000, packagingnya benar-benar cantik, nggak terlihat seperti produk harga Rp. 60.000. Box dari cushion blush ini di dominasi oleh warna pink dengan efek hologram yang bikin packagingnya punya efek berkilau-kilau gitu. Gemeees saya lihatnya!


Untuk tulisan di boxnya sendiri, saya nggak bisa berharap banyak karena didominasi tulisan China yang saya tidak tahu itu artinya apa hihihi. Memang ada Bahasa Inggrisnya juga, namun sorry to say, the English is so terrible, saya bahkan nggak bisa mengartikan tulisan Berbahasa Inggris yang ada di box. So, Bioaqua, I really hope you fix the English words. Karena sayang banget box nya sudah cantik sekali namun tulisan Bahasa Inggrisnya nggak jelas. Sayang banget.

Setiap memiliki kosmetik atau skincare, hal pertama yang saya perhatikan adalah ingredients dari kosmetik atau skincare tersebut, namun Bioaqua sekali lagi membuat saya kecewa, karena ingredientsnya menggunakan Bahasa China, and I can't find the English version of the ingredients on internet. Seandainya menggunakan Bahasa Inggris pasti lebih cakep dah.


Dibagian bawah kardus, ada angka seperti menunjukkan tanggal. Dan saya asumsikan yang bagian bawah adalah tanggal kadaluarsa. Dan mungkin itu saja yang bisa saya bahas dari boxnya, mengingat mayoritas diisi dengan tulisan China, dan tulisan Bahasa Inggrisnya saya nggak bisa menerjemahkan artinya, jadi, yuk kita bahas packaging produknya!


Bagian atas packaging cushion di dominasi warna putih dengan tulisan Bioaqua Air Cushion Blusher. Packagingnya cukup mungil namun masih terkesan bulky untuk saya, menurut saya bulkynya hampir sama dengan packaging Skinfood Buckwheat Loose Powder. Jadi, cushion blush ini untuk saya kurang travel-friendly.


Pada bagian bawah kemasan cushion blush, terdapat sticker yang menunjukkan shade dari cushion blush kita. Dan kalau dilihat-lihat, ada tulisan emboss bertuliskan 'push', jadi isi cushion blush bisa dilepas dari case-nya. Saya sebenarnya ingin mencoba melepas isi cushion blush, namun karena lem perekatnya cukup kuat, mungkin akan saya coba kalau sudah habis saja hihihi.


Waktu dibuka, di bagian dalam dari cushion blush ini didominasi warna pink, bagi yang menyukai warna pink seperti saya pasti bakal suka banget sama cushion ini hihihi. Dan terdapat pula puff dengan warna senada, dan puffnya menurut saya cukup lembut, puffnya juga mungil sekali, namun mengingat fungsi puff ini hanya untuk mengaplikasikan blush di daerah pipi, puff ini ukurannya masuk akal. Saya gemes sama puffnya!

Banyak yang bilang kalau packaging cushion blush ini agak ringkih, tapi menurut saya cukup kokoh kok. Mungkin karena ini cushion pertama saya, dan saya nggak pernah megang dan memakai cushion laim ya hihihi. Tapi beneran kok, kalau dibawa untuk travelling, ini cukup kokoh.

Oh iya, cushion blush ini juga dilengkapi dengan kaca lho!


Dan ada segel di bagian busa berisi blushnya, meyakinkan konsumen bahwa produk yang mereka beli masih baru dan belum pernah dipakai. Segelnya juga mudah dibuka.

How's The Product?

Cushion blush milik saya ini shadenya adalah 02 Peach Pink. Kenapa saya pilih warna itu? Karena saya merasa 2 shade lainnya pucat dan lebih cocok digunakan orang yang kulitnya lebih putih dari saya. Dan kebetulan, @giaracare waktu itu hanya ready shade tersebut, jodoh banget deh hihi.


Ini dia penampakan dari isi cushion. Kita tekan dengan pelan saja isi dari cushion sudah keluar, dan keluarnya cukup banyak. Dan blushnya wangi lho, wanginya enak dan enggak terlalu mengganggu. Wanginya kayak parfum, tapi wanginya soft sekali jadi enggak akan mengganggu. Tapi untuk yang kulitnya sensitif terhadap wewangian, this product is not for you.


Tekstur dari blushnya sendiri ternyata lebih cair dari yang saya perkirakan, saya kira teksturnya akan seperti krim, namun ternyata lebih cair dari krim dan sedikit ada rasa berminyaknya. Walaupun teksturnya cukup cair tapi blush ini pigmented, jadi pakai sedikit saja sudah keluar warnanya.

Tangan saya kebetulan lebih gelap dari wajah saya karena kemarin-kemarin main diluar rumah lupa pakai sunscreen untuk badan. Namun warnanya masih bisa keluar dengan cantik dan menurut saya nggak norak juga warnanya. Tapi harus pintar-pintar mengaplikasikannya, soalnya kalau kebanyakan akan terlihat sangat mencolok warna pinknya. Saya juga iseng nih, sehabis saya men-swatch blush ini di tangan saya, saya mencoba membasahi tangan saya menggunakan air mengalir, dan warna dari blush ini masih tetap ada di tangan saya, kecuali sehabis dibasahi kita gosok-gosok, baru hilang deh.

---

Menurut saya ini produk yang cukup bagus dengan harga Rp. 60.000. Pigmented, mudah digunakan dan di baurkan, warnanya juga cantik, dan kemasannya juga bagus. Produk ini memang wangi, namun wanginya nggak mengganggu jadi menurut saya tidak apa-apa, namun sekali lagi, untuk kalian yang kulitnya sensitif terhadap wewangian, this product is not for you.

Kekurangan? Tidak ada list ingredients dalam Bahasa Inggris, walaupun di kulit saya tidak menimbulkan efek yang aneh-aneh ketika menggunakan cushion blush ini, tapi tetap saja saya agak kecewa dengan list ingredientsnya yang berbahasa China. Karena sebagai pengguna saya juga ingin memastikan apa saja ingredientsnya :)

Apakah saya akan me-repurchase produk ini lagi? Tidak, karena saya masih ingin mencoba blush lainnya. Tapi untuk kalian mencari cushion blush dengan kualitas yang cukup bagus dan harga terjangkau, BIOAQUA Smooth Muscle Flawless Air Cushion Blusher bisa jadi pilihan.

Blush merk apa dan shade apa yang suka kalian gunakan? Please comment down below, I'd love to know!


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati


*this is NOT a sponsored post 
  I bought this from my friend with my own money and I try to help her to promote her shop!
*all pictures in this post is taken by me. If you want to use it, please don't remove the watermark.
Read More

KPOP Corner : SURAN Profile

Sunday, March 25, 2018

2 comments

Selamat datang di Kpop Corner! Nah, di segment ini, saya akan membahas musik Korea, lebih tepatnya Korea Selatan. Walaupun Kpop Corner, namun saya akan membahas K-Indie, K-Hip Hop, Reality Show dan hal-hal lain berbau entertainment Korea.

Nah, kali ini saya ingin membahas Suran. Salah satu soloist Korea Selatan yang suaranya sangat unik. Suran juga merupakan coach vocal di salah satu survival show Korea, yakni MIXNINE.

Suran merupakan soloist dibawah naungan Million Market, dan debut pada 17 Desember, 2014. Namun sebelumnya, pada 09 Juli, 2014 Suran sempat debut menjadi grup duo bernama LODIA bersama dengan penyanyi lainnya yang bernama Effy, dan ketika masih berada di LODIA, stage name Suran adalah Elena.

Suran terkenal karena seringkali berkolaborasi dengan penyanyi lainnya seperti Crush, Dean, Suga, Primary dan Zico. Dan kolaborasinya yang paling terkenal adalah dengan SUGA (anggota BTS) dengan lagu  'If I Drunk Today' yang sempat berada di posisi nomor 2 di tangga lagu Korea Selatan. Suara unik Suran juga seringkali menghiasi Drama Korea, karena Ia banyak menyanyikan lagu untuk OST Drama Korea, antara lain drama Jealousy Incarnate dan Strong Woman Do Bong Soon


Suran debut dengan lagu berjudul 'I Feel', dan debutnya tidak terlalu mendapatkan perhatian walaupun menurut saya kualitas lagunya sangat bagus. Lalu di tahun 2015, Suran merilis sebuah single berjudul Calling in Love featuring Beenzino. Pada tahun yang sama pula, Suran menjadi featuring artist pada lagu milik Primary dan Zico. Dan lagu-lagu tersebut menduduki posisi ranking yang cukup tinggi.

Di tahun 2017 awal, pamor Suran melejit karena Suran menyanyikan lagu yang producernya adalah Suga, seorang member boyband terkenal Korea Selatan, yakni BTS. Lagu ini berjudul If I Get Drunk Today (Wine) featuring rapper Changmo. Lagu ini menduduki peringkat 2 pada Gaon Digital Chart dan digital single ini sudah terjual sebanyak 500,000+ digital download.


Menyusul kesuksesan single tersebut, Suran merilis Extended Play (EP) 'Walkin' pada 2 Juni 2017, dan EP ini meraih peringkat 30 di Gaon Album Chart. Title dari EP Walkin' yakni 1+1=0 featuring Dean juga dirilis pada hari yang sama dan sudah terjual sebanyak 100.000+ digital downloads.



Saya menjadi fans dari Suran ketika mendengarkan lagu 1+1=0, saya awalnya mendengarkan lagu ini karena featuring Dean. Yup, saya sangat menyukai Dean, dan saya yakin kalau Dean menjadi featuring di sebuah lagu, lagu tersebut pasti sangat bagus. Dan saya tidak salah, setelah mendengar 1+1=0, saya jatuh cinta pada suara Suran yang sangat unik dan jarang sekali ada penyanyi asal Korea Selatan memiliki suara seperti ini.

Lagu terbaru dari Suran adalah Love Story featuring Crush!



Lagu ini sangat menenangkan, dan music videonya sendiri sangat cerah dan bertemakan Spring. Suara Suran dan Crush pun berpadu dengan sangat indah.  Apabila kalian ingin mendengarkan lagu yang ringan, Love Story dari Suran ini bisa jadi pilihan!

---


Terkenal karena suaranya yang unik, Suran ternyata adalah lulusan dari jurusan Computer Science ketika kuliah. Dan Suran baru mulai bernyanyi ketika di umur 20-an lho!. Tak hanya terkenal sebagai penyanyi bersuara unik, Suran juga merupakan songwriter dan record producer.

Pada MelOn Music Awards tahun 2017, Suran memenangkan award Best R&B/Soul untuk lagunya yang berjudul 'If I Drunk Today'. Suran juga memenangkan award Hot Trend untuk kolaborasinya bersama BTS Suga. 

Pada Golden Disc Awards ke 32, Suran memenangkan award Best R&B/Soul. Dan pada Golden Disc Awards ke 32 tersebut, Ia menyanyikan lagunya yang berjudul Love Story.

Apakah kalian pernah mendengarkan lagu dari Suran? Apa lagu Suran favorit kalian?


With Love,
Read More

Mengadopsi Kucing Terlantar

Sunday, March 18, 2018

10 comments

Tahun lalu, disuatu hari di bulan September, sore di hari itu sangat teduh sekali suasanya, tidak panas, angin berhembus pelan, langit juga cerah sekali. Tapi sore itu rumah kami kedatangan seekor tamu kecil yang kurus, kotor, kecil, dan kelaparan, tamu tersebut adalah seekor kucing yang masih kecil, Ia sepertinya tersesat, karena Ia datang tidak bersama induknya.

Ia mengeong pelan pada saya, lalu mulai mendekati dengan langkah kakinya yang kecil. Tanpa pikir panjang aku langsung menggendong kucing kecil itu dan menunjukkannya pada Ibu dan Bapak, dengan harapan mereka mengijinkanku untuk merawat si kecil ini.

Namun, Ibu menolak, Ibu bilang di rumah sudah ada 2 ekor kucing, dan salah satunya sedang hamil. Ibu saya tidak nyaman apabila ada kucing lagi. Sehingga saya langsung berusaha mencari induk dari si kecil ini. Sudah sekitar setengah jam mencari dan setengah jam menunggu, induknya tak kunjung muncul. Akhirnya dengan sedih saya menggendong kembali si kecil ini, dan meminta ijin kepada Bapak dan Ibu saya untuk memeliharanya.

Keadaan si kecil ketika pertama ditemukan

Bapak saya mengijinkan, dengan syarat saya harus benar-benar merawatnya, karena kucing bukan barang, kucing adalah makhluk hidup yang punya nyawa, saya tidak boleh menyia-nyiakan nyawanya. Dan, deal. Saya akan merawat si kecil ini dengan seluruh kemampuan saya. Ibu saya? Beliau akhirnya setuju karena beliau tahu, saya sudah berusaha mencari induk dari si kecil ini.

Setelah itu saya membiarkan si kecil tidur dipangkuan saya, Ia langsung tertidur pulas. Mungkin Ia sudah lelah mencari induknya, sehingga ketika Ia menemukan orang yang bisa Ia percaya, Ia langsung tertidur lelap.

---

Setelah 7 hari dirawat di rumah

Hal pertama yang saya lakukan setelah si kecil bangun dari tidurnya adalah merebus air hingga hangat-hangat kuku. Air hangat ini nantinya akan saya gunakan untuk membersihkan kotoran yang ada pada wajah si kecil, dengan cara membasahi lap lembut dengan air hangat tadi dan dengan pelan membersihkan wajah si kecil dengan lap basah tadi.

Setelah itu saya harus ke pet shop untuk membeli beberapa kebutuhan si kecil, namun karena ini pertama kalinya saya akan merawat seekor kitten tanpa induk, saya mencari informasi mengenai kitten. Dan saya mendapatkan seluruh informasi mengenai kitten dari situs Kitten Lady. Di situs Kitten Lady lengkap sekali informasi mengenai kitten, mulai dari memprediksi umur kitten yang kita temukan, alat apa saja yang dibutuhkan, makanan dan susu apa, hingga cara merawat mereka. 

Hal terpenting yang harus kita perhatikan ketika mengadopsi kitten tanpa induk adalah mengetahui atau memprediksi usia dari kitten tersebut, karena beda usia, beda pula penangannya, berikut rangkuman usia kitten yang saya dapatkan dari situs milik Kitten Lady :

Memprediksi usia kitten (sumber : http://www.kittenlady.org/age/)

Nah, untuk selengkapnya kalian bisa mengklik link ini, karena ada penjelasan lebih lanjut untuk setiap tahap usia kitten, setelah saya membaca-baca, saya memastikan si kecil yang saya temukan ini usianya adalah 5 minggu / 6 minggu. 

Kitten berusia 5 minggu atau 6 minggu adalah kitten yang ada di tahap weaning, atau tahap makan sendiri. Namun dikarenakan keadaan fisik si kecil yang saya temukan ini sangat kurus, saya memutuskan untuk tetap memberinya asupan berupa susu. Dan setelah saya baca, memang usia 5 minggu atau 6 minggu ini cukup krusial karena di usia ini kitten biasanya mulai makan sendiri, jadi si kitten harus mendapatkan gizi yang cukup agar perkembangannya nanti bisa maksimal.

Dikarenakan rumah saya yang ada daerah pedesaan, tak banyak pet shop tersedia, walaupun ada, barangnya sudah lama (biasanya bau makanan kucingnya sudah apek sekali), pelayanan kasar (saya tidak bisa berkonsultasi pada si pemilik toko, karena mereka sangat tidak sopan) dan tidak lengkap, sehingga saya memutuskan untuk menghubungi kakak saya yang bekerja di kota, dan menceritakan tentang si kecil ini. Untunglah kakak saya sangat sigap sehingga Ia langsung bersedia membelikan perlengkapan untuk si kecil.

Barang yang akan kakak saya beli adalah : Dot kucing, wet food, dan susu kucing.

Memberi susu pada seekor kitten bukanlah hal mudah. Kita harus berhati-hati agar si kitten tidak tersedak. Apabila kita ingin memberi seekor kitten susu, kita harus menggunakan susu khusus kucing. Memberikan susu yang berasal dari sapi akan mengganggu sistem pencernaannya, kasus yang sederhana adalah apabila kita memberi susu sapi pada kitten kita, kitten akan terkena diare, dan diare sangat tidak baik untuk kitten karena akan membuat mereka kehilangan banyak cairan dalam tubuh.

Untuk mengetahui cara memberi susu pada kitten menggunakan dot, kalian harus menonton video dari Kitten Lady yang satu ini, saya sudah mencoba mempraktikannya hingga si kecil cukup besar dan tidak menyusu lagi :


Untuk makanan, saya sengaja memberi si kecil wet food dikarenakan teksturnya lembut dan cocok untuk gigi anak kucing yang masih kecil. Wet food yang saya berikan adalah whiskas untuk usia 0-12 bulan. Terkadang, wet food ini saya campur dengan susu kucing apabila si kecil tidak mau minum susu, dan berhasil! Trik ini saya lakukan agar si kecil tidak dehidrasi.

Untuk kandangnya sendiri, saya meminjam kandang burung yang cukup besar milik saudara saya, kebetulan kandangnya tidak digunakan karena burungnya sudah tidak ada. Saya hanya memasukkan si kecil ini ke dalam kandang apabila malam hari saja, ketika Ia tidur, di pagi dan siang hari saya biarkan dia berlarian di halaman rumah bersama kucing saya yang lainnya. Di dalam kandangnya saya beri kotak berisi pasir untuk Ia buang air besar / kecil, sebuah lembaran kardus yang saya beri busa dan juga kain untuk tempat Ia tidur, serta semangkuk kecil air. Ketika Ia sudah bisa memakan dry food, saya juga menaruh dry food di kandangnya.

---

Ketika si kecil sudah sehat dan gemuk, kami memberinya nama, nama yang kami berikan adalah Moona. Kami memberi nama tersebut karena Ia sangat akrab dengan kucing lainnya yang bernama Luna. Luna adalah anak dari kucing tua yang ada di rumah kami, namun Luna tak memiliki saudara, saudaranya meninggal ketika masih sangat kecil karena induknya menolak untuk menyusui mereka, dan saat itu saya masih minim sekali informasi mengenai merawat kitten, jadi saya tidak bisa menyelamatkan adik-adik Luna.

Mereka bermain selalu bersama, makan selalu bersama, dan tidur pun selalu bersama. Nama Moona dan Luna memiliki arti yang sama, yakni bulan. Karena saya merasa mereka berdua memiliki mata yang indah, bulat dan lucu seperti bulan, saya akhirnya memberi nama tersebut hihihi. Moona pun rutin dimandikan setiap 2 minggu sekali, karena Moona suka bermain di tanah bersama Luna. Rajin memandikan pun saya lakukan untuk memberantas kutu di tubuhnya, karena Moona datang dengan keadaan badan penuh dengan kutu.

Sedang berjemur setelah di mandikan, di kakinya ada luka hasil bermain dengan Luna

Moona sempat terkena scabies selang beberapa hari saya merawatnya, karena kucing-kucing saya yang lainnya belum pernah terkena scabies, saya cukup bingung, tapi untungnya scabiesnya baru sedikit sekali. Namun akhirnya saya mencoba menangani scabies dengan cara saya selalu mengelap bagian yang terkena scabies menggunakan handuk dan air hangat, terkadang saya juga memberikan rebusan air sirih di daerah yang terkena scabies, karena waktu itu saya hanya berpikir scabies ini adalah penyakit kulit, dan mungkin bisa disembuhkan apabila kita rajin membersihkan bagian kulit yang terkena scabies, sehingga saya menggunakan cara tersebut. Syukurlah, lama kelamaan scabiesnya mulai rontok, dan saya juga bersyukur scabies yang sedang diidap oleh Moona tidak menular ke Luna.

Namun obat scabies di pet shop juga banyak, biasanya berbentuk salep. Dan tips saya agar kucing tak terkena scabies adalah jaga kebersihan si kucing, mulai dari kandang, makanan, semua pastikan bersih. Dan apabila kucing terluka sampai berdarah, bersihkan pula lukanya.



Untuk urusan pup dan kencing, ketika Moona saya sediakan kotak pasir, untungnya Moona langsung pup dan kencing disitu, sehingga saya tak kerepotan ^^ mungkin sebelum ditinggal induknya, Ia sempat diajari oleh induknya.

---

Banyak tetangga saya yang datang ke rumah menemui Ibu saya, namun kebetulan kok semuanya datang waktu saya sedang memberi susu Moona menggunakan dot. Dan kebanyakan dari mereka berkomentar sama, dan mayoritas komentarnya adalah :

Halah, kucing jelek aja sampai segitunya mbak

atau nggak,

Sekalian beli kucing anggora saja mbak, bagus

Saya cuma bisa tersenyum, karena saya tidak ingin beragumen. Karena mungkin saya memiliki paham yang berbeda mengenai kucing dengan mereka. Karena bagi saya, kucing itu sama saja, mereka sama lucunya, mau yang kucing kampung maupun ras, mereka memiliki pesona sendiri.

Saya menerima banyak cinta dari Moona, Ia suka dielus oleh saya, Ia sering mengikuti saya kemanapun, dan Ia akan berlari senang apabila melihat saya pulang dari kampus. Dan itu semua sudah cukup untuk saya, walaupun Moona adalah kucing kampung yang dianggap jelek, saya tetap menyanyanginya.

Moona dengan saudara saya

Awalnya memang sulit untuk merawat Moona, namun melihat Moona kini sangat sehat dan ceria sudah membuat saya melupakan masa-masa sulit dimana saya harus terbangun di tengah malam demi menyusui Moona menggunakan dot. Apakah itu hal yang dirasakan oleh orang tua saya juga ya? Hihihihi.

Itulah cerita saya mengadopsi Moona, seekor kucing jalanan. Apakah kalian juga memelihara kucing di rumah? Kalau iya, siapa namanya? ^^


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati
Read More

Review : Skinfood Buckwheat Loose Powder (23 Natural Beige)

Monday, March 5, 2018

10 comments

Dulu bedak Two Way Cake (TWC) adalah jenis bedak yang selalu saya gunakan, namun belakangan ini saya sering menggunakan bedak tabur (loose powder) karena katanya bedak jenis seperti ini lebih cocok untuk kulit kombinasi dan acne prone kayak saya. Jadi saya mencoba beberapa jenis bedak tabur, dan salah satu bedak tabur yang saya coba adalah Skinfood Buckwheat Loose Powder dengan shade 23 Natural Beige, shade nomor 23 katanya adalah shade dari Skinfood Buckwheat Loose Powder paling cocok dengan warna kulit orang Indonesia, jadi saya mencoba shade tersebut.


DESCRIPTION 
Skinfood Buckwheat Loose Powder
Shade 23 Natural Beige
Price: Rp 80.000 - Rp. 125.000 
Size: 23 gr
Where to buy :
Marketplace of your choice
(Tokopedia, Bukalapak, Shopee, etc)
Website: http://www.theskinfood.com


Saya sebenarnya sebelum mencoba bedak tabur dari Skinfood, saya sempat mencoba bedak tabur Korea juga namun dari merk Precious, bedak taburnya Precious bagus, namun sulit didapatkan di marketplace, sekali ada harganya agak nggak masuk akal, sehingga saya beralih ke Skinfood yang memang banyak banget yang jual.

Bedak Skinfood ini punya partikel-pertikel yang lembut, sehingga diyakini tidak akan menyumbat pori-pori sehingga tidak akan menimbulkan jerawat maupun komedo. Banyak juga yang bilang ini bedak untuk segala jenis kulit, jadi apapun jenis kulitmu, aman tentram sejahtera kalau pakai bedak ini.

Packaging


Skinfood Buckwheat Loose Powder ini sudah berubah packagingnya, punya saya ini adalah packaging baru, menurut saya packaging yang sekarang lebih simpel dan bersih. Badan dari packaging terbuat dari plastik, tapi bagus banget, dan nggak terlihat murah hihihi. Bagi kalian yang hobi travelling, mungkin harus memindah isi dari bedak ini ke tempat yang lebih kecil, karena packagingnya agak bulky, sehingga kurang travel-friendly.


Bedak tabur ini dilengkapi dengan sponge bawaan. Dan sponge bawaan Skinfood Buckwheat Loose Powder ini lembuuuut banget, parah deh, paraaah! Sponge ini juga membuat pengaplikasian bedak ke wajah menjadi mudah, tapi kalau kalian kurang suka mengaplikasikan bedak dengan sponge, kalian juga bisa menggunakan brush favorit kalian. 


Ketika masih baru, ada segel plastik yang menutupi bagian lubang-lubang, memastikan bedak yang kita terima baru dan agar bedak tidak tumpah-tumpah selama pengiriman. Lubang mengeluarkan bedaknya ini menurut saya besarnya pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, sehingga ketika mengeluarkan bedak kita nggak kesulitan dan dijamin nggak akan kebanyakan juga ketika mengeluarkan.


Informasi produk ada di bagian bawah packaging, dan tanggal expired juga ada disini, sayangnya semua informasi tertulis dalam Bahasa Korea sehingga saya nggak paham itu apa saja tulisannya hihihi. Terlihat tulisan 'open here' pada bagian bawah kemasan? Itu ternyata stiker yang bisa dibuka lho.


Saya sebenarnya berharap, dibalik stiker tersebut ada penjelasan mengenai produk menggunakan Bahasa Inggris, kan di stikernya tadi tulisannya 'Open Here', namun ternyata tetap memakai Bahasa Korea, dan yah, saya benar-benar have no clue ini semua artinya apa hihihi.

How's the Product?


Untuk shadenya sendiri (23 Natural Beige) menurut saya masuk di kulit saya yang warnanya khas Indonesia, yakni kuning - sawo matang. Awal pemakaian memang agak kaget karena terlihat putih banget, tapi ternyata setelah beberapa saat dia seperti menyatu ke warna kulit saya.

Apabila kalian tipikal yang biasanya terganggu dengan wangi dari bedak, saya cuma ingin bilang kalau bedak ini wangi banget, tapi menurut saya wanginya enaaaaaak banget, wanginya itu seperti wanginya floral yang lembut sekali, sehingga saya nyaman-nyaman saja menggunakannya. Tapi buat yang kulitnya sensitif sama wewangian, this product is not for you.

Bedaknya mudah dibaurkan, memakai sponge bawaan atau kuas, sama-sama enak digunakan. Namun perlu diketahui dikarenakan ini bedak tabur, kita tidak bisa berharap banyak pada coveragenya untuk menutupi bekas jerawat dan bintik-bintik lain di wajah ya. Kalau ingin bedak yang bisa menutupi bekas jerawat maupun bintik-bintik wajah, mungkin bisa menggunakan bedak jenis Two Way Cake. Kebetulan saya punya banyak bekas jerawat di daerah pipi, pada foto di bawah, walaupun sudah menggunakan Skinfood Buckwheat Loose Powder, bekas jerawat saya masih kelihatan bukan?


Selama menggunakan Skinfood Buckwheat Loose Powder sekitar 3 bulan, tidak ada masalah pada wajah saya, tidak breakout atau apapun. Bedaknya tidak berat di wajah dan saya suka wanginya! Tapi kalau pakai Skinfood Buckwheat Loose Powder harus sering-sering touch up ya.

Bagi kalian yang mungkin ingin mencari bedak tabur Korea yang affordable atau ingin menggunakan bedak tabur lain selain yang biasanya kalian gunakan, ini bisa jadi salah satu pilihannya!

Apakah kalian punya bedak tabur favorit? Comment down below, I'd love to know!


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati
Read More