SOCIAL MEDIA

Sunday, March 18, 2018

Mengadopsi Kucing Terlantar


Tahun lalu, disuatu hari di bulan September, sore di hari itu sangat teduh sekali suasanya, tidak panas, angin berhembus pelan, langit juga cerah sekali. Tapi sore itu rumah kami kedatangan seekor tamu kecil yang kurus, kotor, kecil, dan kelaparan, tamu tersebut adalah seekor kucing yang masih kecil, Ia sepertinya tersesat, karena Ia datang tidak bersama induknya.


Ia mengeong pelan pada saya, lalu mulai mendekati dengan langkah kakinya yang kecil. Tanpa pikir panjang aku langsung menggendong kucing kecil itu dan menunjukkannya pada Ibu dan Bapak, dengan harapan mereka mengijinkanku untuk merawat si kecil ini.

Namun, Ibu menolak, Ibu bilang di rumah sudah ada 2 ekor kucing, dan salah satunya sedang hamil. Ibu saya tidak nyaman apabila ada kucing lagi. Sehingga saya langsung berusaha mencari induk dari si kecil ini. Sudah sekitar setengah jam mencari dan setengah jam menunggu, induknya tak kunjung muncul. Akhirnya dengan sedih saya menggendong kembali si kecil ini, dan meminta ijin kepada Bapak dan Ibu saya untuk memeliharanya.

Keadaan si kecil ketika pertama ditemukan

Bapak saya mengijinkan, dengan syarat saya harus benar-benar merawatnya, karena kucing bukan barang, kucing adalah makhluk hidup yang punya nyawa, saya tidak boleh menyia-nyiakan nyawanya. Dan, deal. Saya akan merawat si kecil ini dengan seluruh kemampuan saya. Ibu saya? Beliau akhirnya setuju karena beliau tahu, saya sudah berusaha mencari induk dari si kecil ini.

Setelah itu saya membiarkan si kecil tidur dipangkuan saya, Ia langsung tertidur pulas. Mungkin Ia sudah lelah mencari induknya, sehingga ketika Ia menemukan orang yang bisa Ia percaya, Ia langsung tertidur lelap.

---

Setelah 7 hari dirawat di rumah

Hal pertama yang saya lakukan setelah si kecil bangun dari tidurnya adalah merebus air hingga hangat-hangat kuku. Air hangat ini nantinya akan saya gunakan untuk membersihkan kotoran yang ada pada wajah si kecil, dengan cara membasahi lap lembut dengan air hangat tadi dan dengan pelan membersihkan wajah si kecil dengan lap basah tadi.

Setelah itu saya harus ke pet shop untuk membeli beberapa kebutuhan si kecil, namun karena ini pertama kalinya saya akan merawat seekor kitten tanpa induk, saya mencari informasi mengenai kitten. Dan saya mendapatkan seluruh informasi mengenai kitten dari situs Kitten Lady. Di situs Kitten Lady lengkap sekali informasi mengenai kitten, mulai dari memprediksi umur kitten yang kita temukan, alat apa saja yang dibutuhkan, makanan dan susu apa, hingga cara merawat mereka. 

Hal terpenting yang harus kita perhatikan ketika mengadopsi kitten tanpa induk adalah mengetahui atau memprediksi usia dari kitten tersebut, karena beda usia, beda pula penangannya, berikut rangkuman usia kitten yang saya dapatkan dari situs milik Kitten Lady :

Memprediksi usia kitten (sumber : http://www.kittenlady.org/age/)

Nah, untuk selengkapnya kalian bisa mengklik link ini, karena ada penjelasan lebih lanjut untuk setiap tahap usia kitten, setelah saya membaca-baca, saya memastikan si kecil yang saya temukan ini usianya adalah 5 minggu / 6 minggu. 

Kitten berusia 5 minggu atau 6 minggu adalah kitten yang ada di tahap weaning, atau tahap makan sendiri. Namun dikarenakan keadaan fisik si kecil yang saya temukan ini sangat kurus, saya memutuskan untuk tetap memberinya asupan berupa susu. Dan setelah saya baca, memang usia 5 minggu atau 6 minggu ini cukup krusial karena di usia ini kitten biasanya mulai makan sendiri, jadi si kitten harus mendapatkan gizi yang cukup agar perkembangannya nanti bisa maksimal.

Dikarenakan rumah saya yang ada daerah pedesaan, tak banyak pet shop tersedia, walaupun ada, barangnya sudah lama (biasanya bau makanan kucingnya sudah apek sekali), pelayanan kasar (saya tidak bisa berkonsultasi pada si pemilik toko, karena mereka sangat tidak sopan) dan tidak lengkap, sehingga saya memutuskan untuk menghubungi kakak saya yang bekerja di kota, dan menceritakan tentang si kecil ini. Untunglah kakak saya sangat sigap sehingga Ia langsung bersedia membelikan perlengkapan untuk si kecil.

Barang yang akan kakak saya beli adalah : Dot kucing, wet food, dan susu kucing.

Memberi susu pada seekor kitten bukanlah hal mudah. Kita harus berhati-hati agar si kitten tidak tersedak. Apabila kita ingin memberi seekor kitten susu, kita harus menggunakan susu khusus kucing. Memberikan susu yang berasal dari sapi akan mengganggu sistem pencernaannya, kasus yang sederhana adalah apabila kita memberi susu sapi pada kitten kita, kitten akan terkena diare, dan diare sangat tidak baik untuk kitten karena akan membuat mereka kehilangan banyak cairan dalam tubuh.

Untuk mengetahui cara memberi susu pada kitten menggunakan dot, kalian harus menonton video dari Kitten Lady yang satu ini, saya sudah mencoba mempraktikannya hingga si kecil cukup besar dan tidak menyusu lagi :


Untuk makanan, saya sengaja memberi si kecil wet food dikarenakan teksturnya lembut dan cocok untuk gigi anak kucing yang masih kecil. Wet food yang saya berikan adalah whiskas untuk usia 0-12 bulan. Terkadang, wet food ini saya campur dengan susu kucing apabila si kecil tidak mau minum susu, dan berhasil! Trik ini saya lakukan agar si kecil tidak dehidrasi.

Untuk kandangnya sendiri, saya meminjam kandang burung yang cukup besar milik saudara saya, kebetulan kandangnya tidak digunakan karena burungnya sudah tidak ada. Saya hanya memasukkan si kecil ini ke dalam kandang apabila malam hari saja, ketika Ia tidur, di pagi dan siang hari saya biarkan dia berlarian di halaman rumah bersama kucing saya yang lainnya. Di dalam kandangnya saya beri kotak berisi pasir untuk Ia buang air besar / kecil, sebuah lembaran kardus yang saya beri busa dan juga kain untuk tempat Ia tidur, serta semangkuk kecil air. Ketika Ia sudah bisa memakan dry food, saya juga menaruh dry food di kandangnya.

---

Ketika si kecil sudah sehat dan gemuk, kami memberinya nama, nama yang kami berikan adalah Moona. Kami memberi nama tersebut karena Ia sangat akrab dengan kucing lainnya yang bernama Luna. Luna adalah anak dari kucing tua yang ada di rumah kami, namun Luna tak memiliki saudara, saudaranya meninggal ketika masih sangat kecil karena induknya menolak untuk menyusui mereka, dan saat itu saya masih minim sekali informasi mengenai merawat kitten, jadi saya tidak bisa menyelamatkan adik-adik Luna.

Mereka bermain selalu bersama, makan selalu bersama, dan tidur pun selalu bersama. Nama Moona dan Luna memiliki arti yang sama, yakni bulan. Karena saya merasa mereka berdua memiliki mata yang indah, bulat dan lucu seperti bulan, saya akhirnya memberi nama tersebut hihihi. Moona pun rutin dimandikan setiap 2 minggu sekali, karena Moona suka bermain di tanah bersama Luna. Rajin memandikan pun saya lakukan untuk memberantas kutu di tubuhnya, karena Moona datang dengan keadaan badan penuh dengan kutu.

Sedang berjemur setelah di mandikan, di kakinya ada luka hasil bermain dengan Luna

Moona sempat terkena scabies selang beberapa hari saya merawatnya, karena kucing-kucing saya yang lainnya belum pernah terkena scabies, saya cukup bingung, tapi untungnya scabiesnya baru sedikit sekali. Namun akhirnya saya mencoba menangani scabies dengan cara saya selalu mengelap bagian yang terkena scabies menggunakan handuk dan air hangat, terkadang saya juga memberikan rebusan air sirih di daerah yang terkena scabies, karena waktu itu saya hanya berpikir scabies ini adalah penyakit kulit, dan mungkin bisa disembuhkan apabila kita rajin membersihkan bagian kulit yang terkena scabies, sehingga saya menggunakan cara tersebut. Syukurlah, lama kelamaan scabiesnya mulai rontok, dan saya juga bersyukur scabies yang sedang diidap oleh Moona tidak menular ke Luna.

Namun obat scabies di pet shop juga banyak, biasanya berbentuk salep. Dan tips saya agar kucing tak terkena scabies adalah jaga kebersihan si kucing, mulai dari kandang, makanan, semua pastikan bersih. Dan apabila kucing terluka sampai berdarah, bersihkan pula lukanya.



Untuk urusan pup dan kencing, ketika Moona saya sediakan kotak pasir, untungnya Moona langsung pup dan kencing disitu, sehingga saya tak kerepotan ^^ mungkin sebelum ditinggal induknya, Ia sempat diajari oleh induknya.

---

Banyak tetangga saya yang datang ke rumah menemui Ibu saya, namun kebetulan kok semuanya datang waktu saya sedang memberi susu Moona menggunakan dot. Dan kebanyakan dari mereka berkomentar sama, dan mayoritas komentarnya adalah :

Halah, kucing jelek aja sampai segitunya mbak

atau nggak,

Sekalian beli kucing anggora saja mbak, bagus

Saya cuma bisa tersenyum, karena saya tidak ingin beragumen. Karena mungkin saya memiliki paham yang berbeda mengenai kucing dengan mereka. Karena bagi saya, kucing itu sama saja, mereka sama lucunya, mau yang kucing kampung maupun ras, mereka memiliki pesona sendiri.

Saya menerima banyak cinta dari Moona, Ia suka dielus oleh saya, Ia sering mengikuti saya kemanapun, dan Ia akan berlari senang apabila melihat saya pulang dari kampus. Dan itu semua sudah cukup untuk saya, walaupun Moona adalah kucing kampung yang dianggap jelek, saya tetap menyanyanginya.

Moona dengan saudara saya

Awalnya memang sulit untuk merawat Moona, namun melihat Moona kini sangat sehat dan ceria sudah membuat saya melupakan masa-masa sulit dimana saya harus terbangun di tengah malam demi menyusui Moona menggunakan dot. Apakah itu hal yang dirasakan oleh orang tua saya juga ya? Hihihihi.

Itulah cerita saya mengadopsi Moona, seekor kucing jalanan. Apakah kalian juga memelihara kucing di rumah? Kalau iya, siapa namanya? ^^


With Love,
Ghassani Gita Nirwanawati

10 comments :

  1. Awww. Saya dan pasangan juga adopsi kucing liar akhir tahun kemarin dan awal tahun ini. Sama Kaya Mbak Gita, ngurus kucing liar itu memang kudu sabar. Satu waktu mereka sakit lah, satunya lagi rewel, ada drama sibling rivalry. Aneh-aneh lah. Tapi gimana ya Mbak, kalau udah sayang sama kucing...diurusin juga kan walaupun rewel kaya bayi. Btw, salam kenal ya Mbak Gita. Semoga rejekinya lancar biar bisa nambah temen buat Moona ��

    Oh ya, mampir ke blogku juga ya http://imasndra.com Makasiiiih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah adopsi kucing liar juga ^^ iya nih mbak, harus ekstraaa sabarnya, ibaratnya itu kayak ngurus anak hihihihi, yang paling bikin dilema itu sibling rivalry, soalnya terkadang kucing sepuh(?) nggak suka sama kehadiran kucing baru huhuhuhu... Tapi untungnya Moona bisa beradaptasi dengan baik ^^ Benar mbak, kalau sudah sayang, walaupun rewel dan lain-lain tetap bakalan tetap dirawat ^^

      Amiin.. amiin... Terimakasih mbak Imas ^^ semoga rejekinya mbak juga lancar biar mbak sama pasangan bisa nambah anak bulu lagi hihihi :D

      Salam kenal juga ya mbak Imas ^^ terimakasih banyak sudah berkunjung :D
      Oke mbakk saya pasti berkunjung ^^

      Delete
  2. Anak saya laki-laki suka kucing, tapi saya takut sama kucing... 😂

    Hebat mba penyanyang kucing...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, saya sebenarnya sampai tahun 2015 kemarin masih takut sama kucing lho mbak ^^ tapi entah kenapa semenjak rumah kedatangan kucing-kucing liar saya jadi terbiasa, eh lama-lama jadi nggak takut, malah jadi sayang hihihi :D

      Terimakasih banyak sudah berkunjung ya mbak Mia ^^ Salam kenal~

      Delete
  3. Alhamdulillah sehat ya mba.
    saya juga pengadopsi kucing, sebenernya suka datang sih ke rumah. sekarang ada kitten 2 dan induknya. cuma skrg lagi hamil lagi, huhuuuu jadi lagi nyari adopter karena jadi banyak. namanya pussy, anaknya Vijay dan bulbul. menyenangkan tapi di rumah saya ada yang ga suka kucig, jadi yah begitu ~~~ hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah nama kucingnya lucu-lucu ^^ iya mbak kalau di rumah ada yang ga suka kucing terkadang dilema juga yaa :') kalau berkenan, kucingnya di steril saja mbak biar tidak hamil lagi ^^

      Terimakasih banyak sudah berkunjung ya mbak ^^ salam kenal~

      Delete
  4. kucing itu pada dasarnya emang lucuuu. setuju banget. ga salah padahal sama kucing domestik. kalo dirawat bener-bener mah kucing domestik itu lucu XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar banget mbak! Kucing apapun kalau di rawat pasti enak dipandang, lama-lama dipandang ya jadi lucu juga hihihi ^^ sama dengan manusia kan? kalau terawat dan bersih, jadi enak dipandang XD

      Delete
  5. :" moona skrng dah gede yah mbak terakhir kerumah mbk cuma liat si luna :3

    ReplyDelete